Hidup itu bisa berarti dari tidak ada menjadi ada, dari susah menjadi mudah, dan dari benci menjadi cinta plus alah bisa karena terbiasa. Banyak deh istilah yang menyangkut masalah kehidupan. Buat saya pribadi kehidupan adalah awal dari menuju kematian (sok puitis). Dan di kehidupan saya berbagai proses terjadi baik positif maupun negatif, baik yang berguna atau tidak, bahkan yang gak jelaspun sering terjadi juga.
Bisa dibilang separuh hidup saya, saya disibukkan dengan yang namanya Sepakbola. Ya, sampai akhirnya saat ini saya bekerja sebagai Analis/Pengamat Sepakbola khusus buat atjehpost.com dan The Atjeh Times. Banyak orang bilang, kita berkecimpung dalam sebuah atau suatu hal itu dikarenakan ada sebab-musababnya. Dan kali ini saya akan bercerita, Bagaimana sampai saya bisa cinta mati sama yang namanya Sepakbola (seharusnya cinta mati sama cewek ya ?)
Kisah ini diceritakan langsung oleh narasumber yang terpercaya yang tidak lain dan tidak bukan adalah mamak saya sendiri :)
Pengaruh terbesar mungkin berada pada pundak ayah saya. Ya, ayah saya pada awal-awal tahun 1990-an itu merupakan seorang Fotographer di salah satu Koran ternama di Banda Aceh dan Aceh Umumnya yaitu Serambi Indonesia. Dan yang uniknya, Ayah saya itu mendapatkan jatah untuk menjadi Fotographernya Persiraja Banda Aceh yang pada masa itu sedang Happening-nya. Ketika mamak saya yang notabene PNS ketika tahun 1994 itu hamil dan mengandung saya. Yang mana akan lahir pada tahun 21 Juni 1995. Yang lucunya ketika mengandung saya adalah waktu ngidam. Biasanya kalau ibu-ibu itu ngidamnya misalkan : pengen cubit perut orang gendut (contoh yang gak bener ini) atau apa deh yang penting namanya ngidam. Tapi, anehnya mamak saya itu malah ngidam ingin nemanin ayah saya kerja jadi fotographer di pinggir lapangan pas Persiraja tanding.
Lha, ini emak saya pengen keguguran ya ? kena tendang bola gimana ntar ? pertanyaan itu bergelandangan dipikiran saya walau saya masih dalam kandungan (gimana caranya ya ?). Memang pas saya diceritakan perihal ini sedikit takjub juga. Untungnya ayah saya kerjanya fotographer dan khusus bola. Coba kerjanya jadi pawang buaya, ntar gimana kelanjutan hidup saya ya *mikir*.
Kejadian bukan sampai disana aja. Ketika saya sudah keluar atau disuruh keluar (ya iyalah siapa yang mau terus didalam perut) dari perut mamak, hal yang aneh pun terjadi. apa itu ? (mau tahu ya ?). Mamak saya pernah cerita bahwa saya ketika masih bayi berapa bulan (ayo tebak berapa bulan ?) itu ternyata mengalami sindrom ngencespalates atau bahasa halusnya mengeluarkan butiran air dari mulut (halus apanya tur ?). Ya, saya dikatakan ngences terus-terusan dan bagaimana cara mamak saya mengantisipasinya ? ternyata mamak saya berpendapat bahwa ini semua merupakan buah dari ngidam kemarin itu pas masih hamil. Ya, hipotesis yang saya anggap cukup luar biasa :( (tepok jidat). Katanya, sindrom ngencespalates tersebut ternyata berhasil hilang dengan cara membawa saya nonton Persiraja latihan (maksudnya ?). Katanya sih saya itu ngences karena pengen banget nonton bola atau ketika itu lagi heboh-hebohnya Persiraja. Jadi cara ngilangin ngences ya dengan membawa kepada apa yang diinginkan si pasien sindrom tersebut. Ajaib bener ya saya. Bisa-bisanya ngences hilang gara-gara nontonin orang latihan bola. kayaknya ini bisa dijadikan terapi baru buat orang yang sering ngences.
Dan gak nyangka bahwa sampai pada detik ini saya masih teringat persis dengan cerita itu. Pastinya kejadian itu menjadi awal kenapa saya begitu cintanya kepada sepakbola. Sampai-sampai ngences pengen nonton Persiraja (orang ngences karena laper). Tapi, begitulah keadaanya sekarang ini. Awal punya cita-cita sebagai Pemain Sepakbola dan sampai sekarang belum juga kesampaian sedikit membuat hati kurang enak. Namun, posisi sebagai Analis/Pengamat Sepakbola yang saya dapatkan saat ini dan bekerja untuk sebuah Web Portal membuat saya menjadi sedikit terhibur karena saya tetap bisa berhubungan dengan yang namanya Sepakbola :)
Sunday, October 7, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment