Guru: Anak-anak nanti besar mau jadi apa (Cita-cita)?
Anak TK 1: Pilot buk!
Anak TK 2: Presiden!
Anak TK 3: Tentara!
Jika
kalian melihat percakapan tadi kalian pastinya bakal teringat dengan masa kecil
kalian ketika TK dan diberondong oleh pertanyaan itu yang mana pertanyaan
tersebut akan dijawab dengan jawaban yang pasaran mulai dari ingin jadi
Presiden sampai Dokter.
Yang anehnya
adalah saat ini saya yakin masih banyak anak TK yang masih ditanyain hal
tersebut oleh sang guru padahal itu juga adalah pertanyaan yang didapat oleh
guru tersebut saat dia baru masuk TK.
Mungkin
mereka (anak TK) akan sangat senang untuk menjawab hal tersebut dan bahkan
berlomba-lomba untuk menjawabnya tapi yang disayangkan mereka tidak tahu
langkah kesana dimulai dengan penuh perjuangan dan suka duka dari bangku TK tersebut.
Akan tetapi
ini bukan menyangkut ada jenis pekerjaan atau cita-cita lain selain yang
tercantum diatas dan bagaimana menjelaskannya kepada anak kecil. Hey guys that
will waste a lot of time!
Cita-cita
bisa dibilang adalah rasa optimis yang cukup hebat untuk seseorang dalam
membentuk dan mengejar masa depannya. Tapi sempat ada pertanyaan dipikiran saya
yang sangat mengusik. Apakah Cita-cita itu harus disimpan atau diumbar agar
semua orang tahu?
Pertanyaan saya ini ada sangkut pautnya dengan kejadian yang menimpa anda dan saya serta seluruh orang umumnya dibangku TK seperti diawal tulisan dan juga tentang sinisnya serta tidak terbukanya pemikiran orang terhadap apa yang dibicarakan atau suarakan orang lain.
Pertanyaan saya ini ada sangkut pautnya dengan kejadian yang menimpa anda dan saya serta seluruh orang umumnya dibangku TK seperti diawal tulisan dan juga tentang sinisnya serta tidak terbukanya pemikiran orang terhadap apa yang dibicarakan atau suarakan orang lain.
So,
lihatlah ketika ada seorang anak muda yang bersekolah di SMA jurusan IPA tapi
punya cita-cita jadi Menteri Sosial. Kita bisa bayangkan dia akan dibully oleh
kawan-kawannya yang merasa bahwa buat apa dia masuk jurusan IPA kalau mimpinya
itu adalah bagian dari Ilmu Sosial yang bisa didapatkan di IPS.
Saya yang
kuliah di Ilmu Komunikasi mendapatkan ilmu bahwa Komunikasi Antarpribadi
(Interpersonal) memiliki kiat-kiat yang akan membuat konteks komunikasi
tersebut menjadi efektif dan salah satunya adalah keterbukaan.
Apa kaitannya
dengan Impian dan cita-cita? Cerita tentang anak muda yang suka akan IPA tapi
punya cita-cita yang berkaitan dengan IPS dan kemudian dibully karena tidak ada
kaitan sama sekali merupakan bentuk sinis dan keskeptisan yang terjadi di
masyarakat kita. Coba saja anak muda tersebut tidak bilang kalau dia punya
cita-cita sebagai Menteri Sosial tapi ketika dia meraihnya (jabatan tersebut)
di masa depan pastinya tidak ada yang mengganggu gugat hal tersebut karena
sudah terjadi. Tapi, jika dia mengucapkan hal itu maka orang-orang skeptis
bakal mengganggunya dan berkata hal itu tidak akan dan tidak pantas buat dia
karena tidak sesuai dengan apa yang dipunyainya (ilmu) saat ini.
Orang-orang
yang skeptis dan sinis bahkan nemesis seringnya akan menanamkan rasa takut akan
kegagalan, keragu-raguan bahkan mengecam anda yang punya cita-cita yang menurut
anda sesuai dengan anda karena hampir semuanya memiliki pikiran yang tertutup
dan tidak bisa menerima kenyataan yang ada bahwa seseorang bisa saja mempunyai
mimpi yang berbeda dengan apa yang dikerjakan saat ini.
Jika saat
ini masih banyak orang yang skeptis dan sinis akan suatu hal, ada baiknya kita
menyimpan impian atau cita-cita kita didalam hati atau hanya diberitahukan
kepada orang terdekat kita saja karena mereka akan lebih mudah mendukung kita
walau sangat berbeda dengan kenyataanya. Seperti kita ketahui orang terdekat
kita terutama keluarga rela melakukan apapun untuk kita dan sangat mengerti
kita.
Tapi,
kenyataannya banyak sekali kejadian seperti mengungkapkan cita-cita yang
awalnya merupakan kegiatan optimis kemudian menjadi kegiatan pesimis ketika
terlalu banyak gugatan dari orang lain yang tidak lebih mengerti kita ketimbang
diri kita sendiri.
Jadi,
kita harus bagaimana? Menyimpan mimpi atau cita-cita itu untuk diri sendiri dan
orang-orang terdekat kita sehingga ketika terwujud tanpa perlu diungkapkan
bakal diketahui orang lain? Atau Mengungkapkan impian kita kepada orang lain
seperti biasanya dan bersiap menghadapi gangguan berupa kecaman yang malah
merusak optimism kita?
0 comments:
Post a Comment