Blog pribadi bukan tempat buat diskusi. Isinya urusan hati jangan sampai keluar caci maki. Salam Panyoet!

Friday, March 6, 2015

Tanpa Judul!



Tanpa Judul!


Mungkin sampai saat ini aku memang tidak diijinkan Tuhan untuk meraih siapapun dan menempatkan dia tepat disisiku. Mendampingi bahkan menghiasi hariku. Kucoba renungi apa makna semua ini. Pastinya ada alasan kenapa Tuhan membiarkanku tetap sendiri.

Usaha serta doa tak pernah lekang oleh waktu dan selalu aku lakukan. Bisa saja Tuhan tidak mau hambaNya ini luka dan semakin terpuruk ketika ada yang mendampingi. Tapi, bukankah dengan hadirnya si dia mendampingiku malah membuatku semakin kuat menghadapi hidup ini? Salahkah aku mencintai seseorang dan mengharapkan kehadirannya untukku? Atau mungkin aku hanya bisa mencintai diriku sendiri saja?

Cinta, kenapa aku terkungkung lagi dalam kata “aku” saja. Tanpa ada “dia” dan “kita”? bukankah dengan adanya dia berarti aku bisa berbagi suka dan duka. Mempelajari asa tentang kebersamaan serta arti makna bercinta? Cinta, apakah proses aku menemukan si dia butuh beribu tahun? Atau mungkin tak kutemukan si dia selama di dunia ini?

Kata panggilanku kepadanya mungkin akan menjadi kenangan saja. Kembali ku buka kotak berisi berjuta kenangan akan calon pendamping itu. Kubungkus kenangan tentangmu dalam kain putih. Kain yang menurutku yang merupakan bentuk peratapan kepadanya. Kesedihan bukanlah hal yang baik tapi bukan berarti itu tak pantas buatku. Biarkan aku bersedih saat ini untuk menatap kesenangan di waktu nanti.

Hari ini ternyata sama seperti hari-hari kala aku dekat dengan semua si dia di masa laluku. Berat rasanya untuk melangkahkan kaki menuju jalan baru tentang kebersamaan ketika seakan semuanya berasa hanya berakhir dengan hampa walau usaha dan doa terus menemani. Ada baiknya kujalani hari ku dengan begini adanya. Hingga memang waktu benar-benar memberi langkah kepadaku menemukan si dia yang sebenarnya.

Untuk saat ini biarkan aku tidur dalam kubangan perasaan yang mengharu-biru. Karena tak selamanya bersandar di awan yang cerah adalah suatu kebiasaan. Tuhan, aku akan terus bermunajat kepadaMu memohon akan ada si dia yang benar-benar menemani bukan sekedar membuat manis awalan dan memberi pahit di akhiran.

Kututup hari ini dengan tulisanku akan kehidupan cinta ini. Mungkin si dia yang telah disiapkan Tuhan tak sengaja membaca ini dan mencari aku. Toh, dunia itu katanya sempit seperti daun kelor kan?

Bandung, 7 Maret 2015

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Recent Posts

Powered by Blogger.
Scroll To Top