Blog pribadi bukan tempat buat diskusi. Isinya urusan hati jangan sampai keluar caci maki. Salam Panyoet!

Thursday, January 30, 2014

Tuhan Yang Punya Cerita

                Pernahkah anda membaca sebuah cerita yang dituliskan oleh seorang penulis besar baik itu sebuah novel maupun cerpen? Pernahkah anda terkagum-kagum dan merasa tak menyangka dengan epilognya? Pernahkah anda tertidur bersama buku novel atau kumpulan cerpen yang anda senangi tersebut?
                Jikalau anda adalah seorang penggila buku terutama buku yang punya alur cerita rumit layaknya novel atau sederhana seperti cerpen akan membayangkan sendiri kenapa hal diatas sama seperti yang pernah kalian sendiri alami dulu ataupun sekarang ini.

                Teks yang diketik dalam waktu lama, butuh pemikiran yang lugas dan harus pintar merangkai kata-kata merupakan langkah-langkah untuk membuat anda kagum akan hal tersebut. Tapi, yang menjadi pertanyaan apakah orang-orang yang membaca dan mengikuti cerita yang diciptakan Tuhan bakal sama kagumnya terhadap rangkaian cerita itu dan mengharapkan epilog yang sangat tak terduga?

                Hei hei wait a minute bro. Tuhan bukan novelis kan?

                Pastinya bukanlah. Tapi, kita ketahui sendiri apa yang dituliskan oleh Tuhan dalam ceritanya lebih epic dan tak terbayangkan ketimbang cerita dari idola para remaja yang haus akan roman penuh akan pengorbanan?

                Apa yang terjadi jika Adam dan Hawa tidak memakan buah Kuldi dan semua anak cucu manusia pertama tersebut bakal sejahtera di Surga maka tidak akan ada yang namanya pembunuhan pertama di dunia yang dilakukan oleh kedua anak Adam dan Hawa serta dilanjutkan oleh hal-hal tidak baik lainnya didunia yang mana adalah lawan dari kebaikan. Dipastikan tidak ada istilah agama yang beda, negara yang adidaya bahkan tahta yang harus dikejar oleh semua orang dengan menggunakan berbagai cara yang katanya ‘Halal’.

                 Tuhan yang punya Cerita.

                Pernah dengar istilah “Tuhan yang punya cerita, Kita yang menjalaninya, dan orang lain yang mengomentari”? istilah yang memang kenyataannya begitu. Tapi, kasian buat orang yang ngomentari cerita yang dijalankan oleh kita dan diciptakan oleh Tuhan karena pada dasarnya dia akan merasakan hal tersebut juga yaitu dikomentari.

                Tuhan yang punya Cerita.

                Hey guys, masih banyak orang yang mengeluh akan jalan cerita yang sudah disiapkan Tuhan. Terkadang mereka berharap bisa mengubah itu selayaknya revisi yang dilakukan oleh buku bahkan mengubah prolog menjadi epilog, dialog menjadi judul dan pengantar menjadi impresium yang malah mengacaukan jalan cerita yang seharusnya mendapatkan akhir cerita yang indah walau awalanya tidak punya arah.

                Tuhan yang punya Cerita.

                Sampai dimanakah kita bisa memahami cerita yang dituliskan oleh Sang Pencipta Semesta? Apakah kita hanya paham prolognya? Apakah kita masih abu-abu dengan dialognya? Atau sibuk mencari tahu bagaimana jadinya epilog cerita kehidupan kita? Ya sekarang anda dan saya punya tugas yang berat untuk bisa mengerti dan menjalani apa yang disiapkan Tuhan disetiap paragraf, halaman bahkan bab tentang buku kehidupan kita sendiri.

                Tuhan memang yang punya Cerita.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Recent Posts

Powered by Blogger.
Scroll To Top