Blog pribadi bukan tempat buat diskusi. Isinya urusan hati jangan sampai keluar caci maki. Salam Panyoet!

Wednesday, February 18, 2015

Metafora di Balik Hujan Kenangan



Metafora Lara

Sampai kapan harus begini? Meratapi hal yang sama sekali bukan bagian dari diri ini. Tak mau lagi
untuk diri ini menumbuhkan ketidakpuasan akan beberapa hal yang memang tak disukai namun ada apanya. Dan yang perlu diketahui memang semua hal tak harus ditangisi. Terutama tentangmu yang datang untuk memberi sesuatu yang tak kuingini. Kini kaupun berasa memang lebih baik daripada aku?
Kau telah pergi lagi. Membawa luka bersama. Memberi asa yang hampa. Tak tanamkan rasa. Menjadikan duka lara.

2014

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Metafora Iba

Bagaikan iba pada langit
Ia menangis akupun tangisi

Bagaikan iba pada bumi
Perutnya dicekoki aku tak mau berdiri lagi

Inilah aku dan ini rupaku

Malam ini kutuliskan resah diguratan wajahku
Air dari pori-pori membasahi sekujur tubuh ini
Berpeluh mengajari apa itu gravitasi
Bahkan tawapun tak terkira dalamnya
Hingga kini kupu-kupu tak tahu hendak kemana
Terbang hanya untuk mengatakan bahwa dia adalah kupu-kupu
Kisah heroic tentangmu mungkin sudah bosan kudengar
Tapi aku cinta
Coba resapi lagi tetap saja bosan
Tapi aku cinta
Sampai saat inipun aku cinta

Biarkan aku mati
Di dalam rongga kehidupan
Aku hanya seonggok batu diantara himpitan nisan-nisan

Biarkan aku mati
Di alam ini yang luas ini
Aku hanya sekerdil kerdilnya makhluk kerdil

Biarkan aku mati
Di waktu ini yang singkat ini
Aku hanya berpikir untuk mati

 2014
 

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Recent Posts

Powered by Blogger.
Scroll To Top