Menunggumu Disini Sampai Membatu
Dan kaupun hilang tanpa kabar. Apakah mungkin kau sekarang menjadi bintang. Hilang di hadapanku tapi hadir di hadap dunia. Entah kenapa seakan semuanya menjadi kelam.
Malam ini seakan bukan seperti malam biasanya. Malam-malam yang lalu aku yang biasanya inisiatif ke kamu tapi sekarang malah menunggu.
Ini mungkin menyebalkan. Menunggu akan hal yang tak pasti. Tapi
apa salahnya aku menunggu. Kalau memang inilah giliran aku menunggu. Menunggu akan
sesuatu yang indah. Mungkin nanti kamu datang tiba-tiba kepadaku membawa sebuah
kepastian yang aku tunggu pula. Bisa saja kan?
Besok sama hari ini sepertinya serupa pula. Tak ada hadirmu.
Padahal ini baru sebentar saja. Tapi rasanya sangat amat menyiksa. Dunia ini
lebih baik tanpa udara daripada tanpamu. Karena hadirnya kamulah yang bisa membuatku bernafas. Seakan-akan aku melawan kodrat Tuhan akan hal itu.
.
Semuanya mungkin terjadi. Apakah kau akan muncul lagi
bersama kebahagiaan. Apakah kau hadir lagi membawa kesedihan. Apakah kau akan
tetap pergi dengan semua kenangan itu. Atau apakah kau akan tetap menghilang
beserta rasa rindu ini.
Aku tetap berharap akanmu. Tapi apakah kau seperti itu pula?
Menunggumu disini sampai membatu.
Bandung, 21 Februari 2015
0 comments:
Post a Comment